Fenomena sosial belajar online di masa pandemi covid-19 untuk pelajar, mahasiswa
Pendahuluan
Pandemi covid 19
menyebar sejak akhir tahun 2019 hingga kini di beberapa wilayah dengan masa
berbeda, terhitung 193 negara telah berjuang melawan serangan Covid yang tidak
pandang bulu. Wuhan adalah salah satu kota di China sebagai tempat domisili
penderita covid yang pertama kali ditemukan sebelum virus ini berstatus
pandemi. Berita dan informasi pergerakan penyebaran virus tersebut telah
mewarnai berbagai laman media karena jalur sebarannya kian hari semakin massif.
Setiap negara yang telah lebih dulu diserang covid 19 menjadi model bagi negara
lain dalam melakukan tindakan preventif penyebaran covid 19, meskipun terdapat
perbedaan tatanan politik, sosial, budaya, ekonomi dan pendidikan pada setiap
negara tersebut. Pemerintah Indonesia telah banyak mengeluarkan kebijakan
terkait pencegahan penyebaran Covid 19 yang berdampak pada kondisi internal dan
eksternal wilayah pemerintahan Indoneisa.
Kajian pustaka
Covid-19 menurut ahli virus/virologis Richard Sutejo
Covid-19 adalah tipe virus yang umum menyerang saluran pernapasan. "Virus
ini, seperti halnya pendahulunya, MERS dan SARS, mematikan karena menyerang
paru-paru dan menimbulkan Acute Respiratory Distress Syndrome yang membahayakan
nyawa penderita sehingga memerlukan ventilator untuk bertahan hidup," kata
Richard yang juga Head of Master in Bio Management i3L dalam keterangan resmi
yang diterima Suara ku dan tata laku seseorang/kelompok dalam usaha mendewasakan
manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.sedangkan menurut para
ahli Prof. Richey pengertian pendidikan adalah yang berkenaan dengan
fungsi yang luas dari pemeliharaan dan perbaikan kehidupan suatu masyarakat
terutama membawa warga masyarakat yang baru (generasi baru) bagi penuaian
kewajiban dan tanggung jawabnya di dalam masyarakat.
Pembahasan
Pelaksaan
sistem pembelajaran pada satuan pendidikan mengalami perubahan bentuk
operasional yang digeneralisasi melalui kebijakan pembelajaran dan mengikut
pada kebijakan sosial, yaitu instruksi social distancing hingga berujung pada
himbauan lockdown. Respon masyarakat terhadap kebijakan tersebut sangat
variatif, pada awalnya terbatas pada kondisi sensitisasi, menurut Hebb kondisi
ini dapat membuat setiap individu akan lebih responsif terhadap aspek tertentu
pada lingkungan. Aspek tersebut adalah perubahan yang dilahirkan oleh
pembatasan sosial tersebut. Menilik teori generalisasi dan diskriminasi maka
respon tersebut terpetakan secara alami.
Gerakan massif
pembatasan sosial terjadi pada komunitas terkecil (keluarga) hingga pada
komunitas terbesar (masyarakat). Setiap individu dituntut untuk menyadari
eksistensi peran bagi individu lainnyatetap berjalan dengan rel mandiri yang
berpegang pada jargon “mulai dari diri untuk keselamatan bersama”. Jargon ini
dapat ditemukan di berbagai informasi, baik yang disampaikan melalui lisan
maupun tertulis. Penyampaian lisan biasanya pada komunitas kecil dan
penyampaian tertulis lebih akrab dikomsumsi oleh komunitas besar melalui media
sosial, seperti status pada facebook dan Whatsapp, hastag pada Instagram dan
kalimat bijak pada spanduk himbauan. Jargon tersebut beririsan dengan himbauan
bekerja dari rumah yang popular dengan istilah Work from Home (WFH) dan
dimaknai sebagai representasi gaya bekerja yang aman pada masa pencegahan
penyebaran Covid 19.
Penutup
Pembelajaran
“daring” sebagai pilihan tunggal dalam kondisi pencegahan penyebaran covid
19memberi warna khusus pada masa perjuangan melawan virus ini. Bahkan bentuk
pembelajaran ini juga dapat dimaknai pembatasan akses pendidikan. Pendidikan
yang lumrah berlangsung dengan interaksi langsung antar unsur (pendidik dan
tenaga kependidikan dan peserta didik) beralih menjadi pembelajaran interaksi
tidak langsung. Pembatasan interaksi langsung dalam pendidikan terkadang terjadi
pada situasi tertentu namun tidak dalam rangka pembatasan sosial seperti yang
masyarakat jalani sebagai upaya pencegahan penyebaran virus. Pembatasan ini
membawa dampak potitif dan negatif dalam pencapaian tujuan pembelajaran.
Pembatasan sosial memberi dampak pada kebijakan penyelenggaraan pendidikan,
pembelajaran harus diupayakan tetap berlangsung dengan berbagai konsekuensi
yang ditimbulkan. Hal ini sangat berpengaruh pada masa adaptasi akibat
perubahan mekanisme dan sistem pembelajaran tersebut.